This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 06 Januari 2013

Desain El-Surayya Art Tahun 1995

Galeri dari gebyok kaligrafi “Ilaahii anta  maqsuudii waridhaaka mathluubii” Pandangan siang hari. joglo bagian tengah

Desain El-Surayya Art Tahun 1995

Galeri El-Surayya Art tahun 1995 ini berada di Jalan Pemuda 94 Jepara, galeri gebyok dari kayu jati ini berukir ayat-ayat Al-Quran dan Asmaul Husna. Tahun 1995 galeri di Jalan Pemuda tersebut untuk transit tamu dari luar kota  Kemudian tidak lama sekitar 3 tahun galeri ini saya bangun permanen  dengan kaligrafi shalawat Nabi dari cetakan semen.



TULISAN YANG INDAH ITU AKAN TETAP ADA SEPANJAN ZAMAN WALAUPUN PENULISNYA SUDAH TERKUBUR DIDALAM BUMI.
( Kata Hikmah)

Desain El-Surayya Art Tahun 1995

Galeri El-Surayya Art tahun 1995 ini berada di Jalan Pemuda 94 Jepara, galeri gebyok dari kayu jati ini berukir ayat-ayat Al-Quran dan Asmaul Husna. Tahun 1995 galeri di Jalan Pemuda tersebut untuk transit tamu dari luar kota  Kemudian tidak lama sekitar 3 tahun galeri ini saya bangun permanen  dengan kaligrafi shalawat Nabi dari cetakan semen.



TULISAN YANG INDAH ITU AKAN TETAP ADA SEPANJAN ZAMAN WALAUPUN PENULISNYA SUDAH TERKUBUR DIDALAM BUMI.
( Kata Hikmah)

Desain El-Surayya Art Tahun 1990

Pemasangan sebuah gebyok kaligrafi oleh tenaga El-Surayya Art untuk bagian depan sebuah galeri kaligrafi yang dikombinasikan dengan kaca warna-warni desain akan terlihat rame, sedangkan dibaliknya dipasang lampu-lampu sehingga  terlihat lebih indah pada malam hari. Desain tersebut untuk galeri di Jalan Pemuda Nomer 94 Jepara. Kiri dan kanan terdapat ukiran hias model Timur Tengah dan kaligrafi ayat suci Al-Qur’an.
1)    Waufawwidhu amrii ilaa Allah (dan saya serahkan urusan saya kepada Allah)
2)    Wala taiasuu min rauhillah (dan jangan engkau berputus asa atas rahmat Allah)

Desain El Surayya Art Tahun 2000

Galeri El-Surayya, sebagai ganti bangunan galeri gebyok, kemudian diganti dengan desain bangunan permanen penuh kaligrafi, shalawat-shalawat Nabi Muhammad, yang inti artinya adalah mengharap syafaat dari baginda Nabi Muhammad  pada hari kiamat. Galeri El-Surayya Art ini didesain sebagai rumah penuh kaligrafi  Shalawat, identik dengan pesantren yang ada di Jawa Timur. Bumi shalawat pesantren di Tulangan Sidoarjo.

Desain El-Surayya Art Tahun 2000

Desain galeri El-Surayya Art full kaligrafi dan menur-menur 20 biji, kaligrafi dari bacaan Shalawat Nabi. Alat-alat cetak saya buat khusus, sedang tukang batu (tenaga kerja bangunan) mengerjakan fisik bangunan ini  spontan.

Desain El-Surayya Art Tahun 1968

Ukir kaligrafi surat Fatihah, karya perdana tepi ukir motif  hias, ukiran kaligrafi saya kerjakan baik desain kaligrafinya maupun ukiran motif hiasan tepi. Pada masa itu pengukir-pengukir masih fokus pada ukiran model macan kurung, ukiran kereta Ramayana, banyak dibuat di desa belakang gunung. Ukiran-ukiran dari huruf arab kaligrafi belum dikenal. Baru tahun 1975 saya ambil tenaga bantu pengukir, karena saya menerima banyak pesanan, dan memerlukan karyawan. Sejak itu sya mulai memberikan pengarahan cara-cara bentuk-bentuk huruf hijaiyah apabila diukir sesuai aturan yang benar. Walaupun mereka pandai dalam mengukir motif-motif hias, tapi mereka belum paham ukiran kaligrafi. Kini mereka sudah faham bentuk-bentuk huruf hijaiyah dan ekspresi ukiran, dengan benar walaupun mereka tidak bisa membaca atau menulis tapi mengukir mereka sudah paham. Apabila terjadi kekurangan dan kekeliruan mereka belum bisa menguasai, memang yang ideal adalah sebagai pengukir tahu dan bisa membaca menulis. Para penjual atau pengepul tidak semua tahu apakah kaligrafi tersebut benar atau keliru, semua beriforia kaligrafi, maka ramailah Jepara.

Desain El-Surayya Art Tahun 1968

Kaligrafi ayat Kursi dengan bingkai ukir hias motif Majapahit, banyak disukai dengan finishing politur dan masih kelihatan urat-urat kayunya. Desain kaligrafi dengan kombinasi motif Majapahit dan Pajajaran tersebut sekarang sudah jarang dibuat. Kini berbentuk sederhana dengan bingkai polos, profil dan lain-lain.

Surat kepada El-Surayya Art tahun 1970

Surat El-Surayya Art dari Bapak Menteri Agama RI Bapak KH. M. Dahlan.

Desain El-Surayya Art Tahun 1978

Kaligrafi ukiran Surat Yasin ayat 1-83 saya buat pada tahun 1978. Bulat kayu satu meter tidak sambung dengan urat yang sangat indah. Sampai sekarang masih kelihatan urat-uratnya tetap indah. Ukiran kaligrafi surat Yasin ini dua kali mengikuti pameran ditingkat Jawa Tengah sebagai nominasi ketingkat nasional, dikombinasi dengan jam. Maksud kandungannya yaitu barang siapa yang melihat ukiran ini akan selalu ingat waktu sholat. Mesin jam quart tersebut masih berjalan, batu batrei sudah beberapa kali penggantian. Desain tahun 1978 ini untuk ukuran sebuah karya seni, sudah cukup lama. Karya ukiran kaligrafi tersebut dikoleksi oleh Bapak H. Masagung Jakarta.

Desain El Surayya Art Tahun 1978

Kaligrafi desain jambu bol. Saya kenal baik dengan Bapak H.Nawawi Kudus. Ada beberapa kaligrafi yang telah dikoleksi oleh keluarga Bapak H. Nawawi dan Bapak H. Baidhowi. Juga beberapa kolektor dari Jakarta  sangat tertarik dengan kaligrafi desain buah jambu bol. Dua desain ayat kursi buah jambu bol, skala besar telah koleksi oleh kolektor di Jakarta dan Kuala Lumpur Malaysia.

Desain El-Surayya Art Tahun 1982

Kerangka keris pusaka Serawak dengan ukiran kaligrafi surat Al-Mumtahanah ayat 4 dari kayu cendana. Dipesan oleh Gubernur Serawak datuk Abdul Rahman Ya’kub ketika saya diundang di Serawak.

Desain El-Surayya Art Tahun 1984

Desain ukiran tepi dan kaligrafi dengan motif hias Majapahit oleh El-Surayya Art. Desain logo oleh Bapak H. Masagung kaligrafi Allah di atas, di bawahnya Muhammad. Di bawah lagi bulan tsabit,paling bawah bulat dunia.
Lambang tersebut didesain sendiri oleh Bapak H. Masagung, kemudian saya mengukir sesuai desain H. Masagung. Pada mulanya saya akan merubah kaligrafinya Allah dan Muhammad untuk mengikuti kaidah-kaidah tulisan arab yang pakem. Bapak bilang ”Biarkan begitu apa adanya, sebab itu karya saya” Akhirnya saya hanya mengekspresikan ukiran desain tambahan saya saja.

Desain El-Surayya Art Tahun 1988.

Kaligrafi surat Al Fath ukiran untuk Masjid di Sabah Malaysia bagian Timur. Lebar 50 cm kali sepanjang ruangan dalam masjid. Ornamen tepi memakai motif Pucuk Rebung yang banyak di sukai orang-orang Malaysia.

Desain El-Surayya Art Tahun 1988

Kaligrafi Ayat Kursi dan surat Al-Fatihah, An Nas  sebagai maestro karya kaligrafi El Surayya Art pada tahun 1988, mengalami perobahan di tahun 2000 di tambah beberapa surat-surat pendek. Dibuat pada sebuah papan lebar tidak sambung, tanpa finishing, bingkai tetap dengan finishing warna tua. Setelah melalui penelitian ketat, kaligrafi ini saya tempatkan di Galeri El Surayya Art di Jalan Pemuda No.94. Mendapat respon kolektor kaligrafi.

Desain El-Surayya Art tahun 1988

Kaligrafi ukir dari surat Ad-Dhuha dan Surat At Tiin. 1 set dengan kaligrafi ayat Kursi. Desain ini pada mulanya satu surat Ad-Dhuha saja, kemudian tambahan surat-surat pendek. Karya kaligrafi  ukuran lebar satu papan. Sedang bingkai warna  melamine dop,  kayu jati dengan urat kayu yang artistik natural warna urat jati.

Desain El-Surayya Art Tahun 1995

Ukiran kaligrafi Surat Al-Fatihah dengan formasi dan gaya monoton dengan posisi kalimat-kalimat bertumpuk. Desain ini pada tahun 1988, banyak disukai sampai sekarang. Desain kaligrafi formasi huruf  rapet, model tsulus seperti yang ada di kain Kiswah Ka’bah tanpa finishing. Lis profil bagian tepi, menambah kontras. Bingkai warna tua ditempel profil natural jati.





DENGAN INDAHNYA TULISANMU AKAN MEMBUKA PINTU RIZQI.
( Sair )

Desain El-Surayya Art Tahun 1995

Ukiran kaligrafi surat Al-Fatihah di tengah,dikelilingi surat Asy-Syamsi dan surat Ad-Dhuha. Ukurannya 250cm x 70cm. Terbuat dari bahan kayu jati kwalitas tua dan bagus. Surat-surat tersebut banyak disukai oleh orang-orang yang istiqamah sholat dhuha pada pagi hari setelah matahari bergeser. Pahalanya Allah akan mempermudah urusan rejeki. Desain tidak lurus monoton menurut versi El-Surayya Art. foto ini ada di facebook saya, dan banyak mendapat simpati kaigrafer Timur Tengah.

Desain El-Surayya Art Tahun 1998

Kaligrafi ukir pada media kayu jati bubut ukuran tinggi 67 medelan kayu 47 cm ukiran Surat An-Nur 35 + Al-Baqarah 255-265 + S. Al-Kautsar. Proses pengukirannya cukup rumit dikombinasi dengan ukir ragam hias motif Mataram satu unit 8 macam ukuran berbeda tidak dibuat untuk kedua kalinya.

Desain El-Surayya Art Tahun 1998

Bubut kayu jati dan ukiran kaligrafi Surat Al-Baqarah ayat Kursi dikombinasi ukir motif ragam hias Mataram the best design, mengukirnya harus hati-hati banget ketebalan kayu 1 cm. Dari kayu jati lepas putih dan mulus. Tinggi kayu 50 cm x 30 cm.   

Desain El-Surayya Art Tahun 1998

Ukiran kayu guci bubut tinggi 40 cm medelan 20 cm kaligrafi surat Al-Ahzab ayat 21 yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah itu suri tauladan yang baik bagimu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut asma Allah”.

Desain El-Surayya Art Tahun 1998

Ukuran bubut kayu jati, tinggi 28 cm medelan kayu 19 cm, ukiran kaligrafi S. Al-Ikhlash desain bentuk guci, divariasi motif mataram. Cara penempatnnya diletakkan pada meja pojok ruang tamu, sebagai pelengkap interior

Desain El-Surayya Art Tahun 1998

Bubut kayu desain guci ukuran tinggi 33cm medelan 28 cm ukiran surat Al-Fatihah hiasan motif Mataram. Dari kayu yang berurat sangat artistik, kayu jati gembol, sangat disukai orang-orang Prancis. Tampak finishing urat kayu jati gembol sangat indah dan bernilai seni tinggi.

Desain El-Surayya Art Tahun 1998

Bubut kayu jati dengan ukiran kaligrafi Surat At-Tholaq ayat 4 Natural kayu jati ukuran tinggi 20 cm medelan 18 cm divariasi motif Mataram. Urat jati kelihatan seperti lukisan abstrak. Garis-garis ukiran sedikit mengikuti alur urat jati.

Desain El-Surayya Art Tahun 1998

Podium adalah mimbar tanpa atap. Fungsinya untuk chuthbah dan posisinya ada di dalam ruangan mihrab atau disamping luar mihrab, ukiran motif Timur Tengah dan ayat–ayat Al-Qur’an yang sesuai dengan makna shalat, zakat, dzikir, taqwa. Ukir kaligrafi dari bahan kayu jati kelas satu. Finishing melamine dop, divariasi dengan seni bubut kuningan dari Juwana.

Desain El Surayya Art Tahun 1998

Desain tempat tidur nomer 2 dengan finishing warna antik, ukiran ornament gaya El-Surayya Art, dikombinasi dengan doa menjelang tidur. Warna tua transparan, dari kayu jati tua dan kering, dibuat dua unit.
ALLAH ITU MAHA INDAH,ALLAH MENCINTAI KEINDAHAN.
( Kata Mutiara )

Desain El-Surayya Art Tahun 1999

Kaligrafi ayat Kursi ini pesanan Presiden K.H. Abdur Rahman Wahid untuk kunjungan ke Negara-negara Timur Tengah. Ayat Kursi dan Surat Al-Fatihah. Desain kaligrafi ini tidak ada di cetakan buku Timur Tengah, seperti Turki dan Iran, kaligrafer merupakan prestise seseorang dinegara tersebut.

Desain El-Surayya Art Tahun 1999.

Kaligrafi Surat Al-Fatihah  terbuat dari ukir kayu jati ini adalah pasangan Ayat Kursi yang dipesan oleh Presiden K.H. Abdurrahman Wahid dalam rangka lawatan ke Negara-negara di Timur Tengah. Desain spesialis untuk Presiden, desain dan ukiran dari kayu jati tua dan kering. Beda dengan desain-desain penulis kaligrafi Timur Tengah. yang sangat mahir dalam media kertas, kain, sulam, tenun tapi dalam media kayu belum lazim mengerjakan.

Desain El-Surayya Art Tahun 2000

Tongkat komando dengan ukiran kaligrafi ukir sholawat Nabi dengan variasi tulisan ring grafir sabda Sayyidina Ali Karromallahu Wajhah “Laa fataa illaa Ali walaa saifa illaa dzul faqaar”. Diujung tongkat, ukiran Allah dan Muhammad, tongkat desain ukiran shalawat, adalah untuk pegangan penegak amar makruf nahi mungkar, Mental menjadi tambah berani.


Desain tongkat dengan ukiran kaligrafi Shalawat Nabi nurudzdzati ini ada dua tahapan dari tahap sebuah karya cipta seni dan ritual religious, sehingga mengandung kekuatan supranatural. Kalau dulu Empu adalah pembuat keris, Seperti nagasasra, sengkelat, sampai saat ini keris masih dimiliki oleh komunitas tertentu. Saya membuat alternatif dan keseimbangan antara daya kekuatan yang ada pada keris, dari unsur-unsur wallahu a’lam dengan unsur religius formal dari sumber kehebatan dan kebesaran Allah, asma Malaikat dan hizib - hizib yang ada di dalamnya, dari lempengan plat tembaga melalui ritual religious.


Tongkat kaligrafi (security stick) dengan ukiran Sholawat Nabi Nurudzdzati  mengandung doa-doa keselamatan sebagai ikhtiar untuk melawan kejahatan, asma Malaikat dan sabda Sayyidina Ali karromallahu wajhah “laa fataa illaa ali walaa saifa illaa dzul faqaar” sabda Sayyidina Ali ketika berperang melawan musuh-musuh orang Islam. Tongkat ini tidak sekedar buat pegangan mbah-mbah yang sudah lanjut usia, tapi lebih dari itu adalah sebagai karya seni yang memiliki daya spiritual tinggi, di hiasai dengan koka, dari Afrika ketika Nabi Nuh alaihissalam membuat perahu saat terjadi banjir besar melanda negerinya. Perahunya terbuat dari pohon kayu koka.

Desain El Surayya Art Tahun 2000

Bulat diameter 150 cm dengan tulisan Bismillah di tengah terlihat jelas. Ayat kursi finishing melamic dop warna kayu jati. Dengan urat-urat kayu yang spesifik, berat sekitar 25 kg. Cara pasang dari belakang, sudah ada plat besi siku 3mm tebal kayu 3cm. Dipasang di sebelah kiri kanan mihrab/pengimaman.

Desain El Surayya Art Tahun 2000

Desain kaligrafi bulat diameter 150 cm, di tengah tulisan kalimat toyyibah ukiran kaligrafi tepi Surat Al Fatihah. Dipasang di kiri kanan mihrob finishing melamine dop warna jati masih tetap terlihat indah dan elegan. Desain kerawang dari kayu jati kelas satu.

Foto El-Surayya Art Tahun 2003

Profil Masjid Agung Baitul Makmur Jepara. Masjid ini dibangun pada tahun 1600, pada masa pemerintahan Aryo Timur. Masjid Baitul Makmur termasuk masjid tertua di indonesia,  satu diantara 100 masjid terbaik di Nusantara. Dinilai dari fisik dan interiornya, penuh  seni ukir kaligrafi, plafon, interiornya terbuat dari kayu jati yang diukir dengan motif-motif Jepara, jalusi (lubang angin) pintu yang diukir indah dari ayat-ayat suci Al Qur’an. Jepara dikenal dengan nama “Kota Ukir”. Para jamaah shalat yang datang dari luar kota,bisa sekalian melihat-lihat keindahan interior masjid Baitul Makmur Jepara. Spektakuler.

Desain El-Surayya Art Tahun 2003

Interior masjid Baitul Makmur Jepara adalah termasuk diantara masjid terbaik di Nusantara fersi pengamat keindahan tempat beribadah.
Surat Al-Mulk kaligrafi ukir dikerjakan oleh ahli-ahli ukir Jepara El-Surayya Art terlihat Mimbar full kaligrafi dari beberapa ayat Al-Qur’an dan ornament hias  ala motif Timur Tengah.

Bukan Desain El-Surayya Art

Pintu makam Sunan Hadirin dengan ukiran kaligrafi dalam bentuk ekspresi tata batako, yaitu persegi tepi tajam, timbul di atas dasar rata. Pintu ini tergolong tua, apakah dibuat pada zaman Ki Sungging Badarduwung, atau generasi setelahnya. Di daerah inilah Ki Sungging Badarduwung sebagai pakar ukir, dan cikal bakal orang-orang Jepara pintar mengukir.

Ukiran kaligrafi pada tempat muadhin Masjid Agung Baitul Makmur ini tergolong antik didesain oleh generasi sekitar tahun 1700-an nampak ekspresi kaligrafinya dicat kuning mas. Kaligrafi ukiaran bentuk tata batako, yaitu persegi rata, tepi tajam timbul pada dasar rata.Nenek moyang kita  pada tahun 1700an sudah cukup pinter, tapi dari segi ekspresi huruf hijaiyahnya masih sekedar timbul di atas dasar rata, tanpa ekspresi huruf.




Ukiran kaligrafi Bismillah gaya diwan ditulis oleh kaligrafer dari Bangil Jawa Timur. Diukir oleh seniman ukir ornament hias dari Bali. Ukiran kaligrafi berbentuk sigar penjalin. Sigar penjalin adalah penjalin (rotan) dibelah dua. Satu bagian bawah  berbentuk datar/rata dan bagian atas berbentuk setengah bulat lingkaran. Antara kaligrafer dan pengukir tidak satu individu. Hasilnya menjadi karya seni kaligrafi ukir dalam bentuk huruf hijaiyah sigar penjalin.



Desain El Surayya Art Tahun 2003

Kaligrafi seni ukir dari Surat Al Kahfi Ayat 83-86. Desainer Iskandar Zulkarnaen,generasi kedua El-Surayya art dengan ukuran kayu 113 cm x 93 cm natural tanpa cat warna-warni dibuat dua lembar. Sebagai karya perdana dari generasi El Surayya Art. Jati Natural sangat kering.

Desain El-Surayya Art Tahun 2004

Kaligrafi ukiran dari kayu jati tersebut didesain untuk wakil presiden Bapak Hamzah Haz sebagai cindera mata tamu Negara dari Timur Tengah. Desain tersebut pernah menjadi sebuah karya seni ukir kaligrafi yang sangat laris dan banyak diminati. Natural tanpa finishing, bingkai melamine atau politur. Kehalusan ukiran ini hasil dari suatu proses pengerjaan yang rapi, tajam tanpa amplas. Desain ini tidak monoton, naturalis, ekspresionis, dan realis.
Pada ruang-ruang tertentu terlihat kosong, kemudian rapet dan huruf dari Bismillah keluar dari lingkaran. Desain ini tidak monoton  terlihat ekspresionis.

Desain El-Surayya Art Tahun 2004

Desain kaligrafi ukir Adzikra dan tasbih melingkar. Di tengah kaligrafi gaya kufi. dari bahan kayu jati kering. Kaligrafi ukir Adzikra kaligrafi surat AL Hajj ayat 26 - 31 Natural warna jati dengan bingkai warna tua.

Desain El Surayya Art Tahun 2005

Kaligrafi surat Ash Shof, dari pandangan detail, natural jati tanpa sambung, satu papan lebar. Desain ekspresionis, naturalis, kayu jati ukuran 90 cm dengan ketebalan 4 cm, dibuat hanya satu. Dikoleksi oleh pengusaha sukses di Jakarta. Bapak Ir.H.Ahmaddin Ahmad.

Desain El-Surayya Art Tahun 2006

Kaligrafi surat Al-Waqi’ah dan Surat Al-Mulk, meja sebagai pelengkap.
Kaligrafi ini dibuat 2 unit dengan ukuran 211cm X 119cm meja finishing melamine dop.
Ukiran ornamen desain El-surayya Art

Desain EI-Surayya Art Tahun 2006.

Kaligrafi ukir. Al qu’ran surat Al Waaqiah ayat 1sampai 96 dan surat Al Mulk ayat 1 sampai 30. Dua surat hatam dalam satu bingkai.Kaligrafi ukiran ini di buat dua item.Ukuran panjang 211 cm lebar 240 cm.
Kayu jati kelas satu. Dibelakang bingkai ada plat siku 3 mm untuk pemasangan pada dinding. Berat kaligrafi ini sekitar 50 kg .


Desain El-Surayya Art Tahun 2006.

Desain kaligrafi surat Al-waqiah dan surat Al Mulk, dari bahan kayu jati sangat kering, tahan dalam cuaca ekstrim, pada ruangan masjid atau rumah, penempatannya diatas meja atau pada dinding ruang tamu.

Desain El-Surayya Art Tahun 2007

Desain ayat Kursi bentuk gelombang  di buat dalam media kayu jati tahun 2007 dalam ukuran bingkai 3cm. Papan kayu jati lebar dan tua serta natural terlihat aura jatinya sangat indah, dibuat tiga lembar saja, dan dikoleksi oleh seorang kolektor di Jakarta dan Jepara.
Desain spontanitas tersebut menjadi ciri khas El-Surayya Art sebagai pelengkap interior pada ruang utama, dalam posisi terfokus akan membuat ruangan terlihat sangat islami. Di bantu dengan sinar lampu, letak ketinggian 120 cm dari lantai. Ekspresi huruf hijaiyahnya terlihat spesifik El-Surayya Art.

Desain El-Surayya Art Tahun 2007

Kaligrafi ukiran dari bahan kayu jati ini adalah  surat. Ash Shaff dan surat Ar-Rahman dari pandangan dekat. Bagian tengah awal surat Jum’at terlihat ekspresi huruf hijaiyah berputar-putar bulat khatam tepat pada media kayu jati bulat berdiameter 100cm kayu jati langka tidak sambung. Karya seni ukir kaligrafi ini di buat satu lembar saja dan tidak di buat kedua kali. Bingkai tepi seni urat dengan finishing milamine dop. Pada saat-saat Ustadz Arifin Ilham bertausiah di televisi, kaligrafi tersebut  terlihat berada  disebelah Ustadz H. Arifin Ilham.

Desain El-Surayya Art Tahun 2007



Masjid An-Nur Serang dibangun dengan dana pribadi oleh wakil walikota Tangerang Bapak H.Arif pemilik Rumah sakit Sari Asih. Di samping mihrab ada mimbar ukiran full kaligrafi desain El-Surayya Art, dari beberapa ayat surat yang berhubungan dengan ibadah, shalat, zakat dan haji, Pembaca akan selalu ingat dan dekat dengan Allah Subhanahu Wataala.
Ukiran kaligrafi desain untuk masjid Annur Serang dikerjakan oleh tenaga professional El-Surayya Art dari bahan kayu jati kualitas tinggi dan dengan ketelitian yang maksimal. Kayu jati lepas putih akan mampu bertahan sangat lama. Ukiran kaligrafi yang terukir pada mihrab dan mimbar Masjid Annur, dari ayat-ayat Al-Qur’an surat Annur.

















MENULIS KALIGRAFI AYAT SUCI ALQUR’AN PADA BULAN RAMADHAN, DI MALAM LAILATUL QADAR AKAN MENGHASILKAN KARYA SENI YANG INDAH DAN  MENGANDUNG  AURA WAHYU ILAAHI

Desain El Surayya Art Tahun 2008






Bentuk liontin Lafadz Allah dan Muhammad terlihat warnanya sangat artistic digantung di depan jok depan mobil, pengemudi akan selalu ingat kepada Allah dan Nabi Muhammad. Barang siapa selalu ingat kepada Allah dan Muhammad,dan selalu berdzikir, maka InsyaAllah masuk surga.

Kamis, 03 Januari 2013

Desain El-Surayya Art Tahun 2007


Mimbar masjid An-Nur Serang dibuat oleh El-Surayya Art full ukiran kaligrafi dari beberapa ayat dan surat. Mimbar ini sama desain dengan mimbar di masjid Baitul Makmur Jepara, dengan aksesoris bubut kuningan dari Juwana Pati. Perpaduan mihrab dan mimbar sangat serasi masjid dengan ukuran sedang dan juga dihiasi kaligrafi dari warna-warni cat.  Banyak kegiatan remaja pada bulan-bulan puasa. Ayat al-Qur’an yang terukir dalam mimbar dan mihrab ini diantaranya dari surat Al-Ahzab ayat 41-42, yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama Allah) dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan berdzikirlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang”.